GUIM 1
Kabupaten Garut, Jawa Barat
September 2011 - Februari 2012
“1 Bulan, 1 Daerah, 1 Bhakti untuk Negeri”
34
Panitia
30
Pengajar
450
Siswa
30
Guru
5
SD
1
Desa
1
Kecamatan
Gambaran Umum
GUIM angkatan ke-1 adalah Gerakan Universitas Indonesia Mengajar pertama yang diadakan di luar program K2N UI, di bawah program kerja BEM UI masa bakti 2011. Kegiatan ini lahir dari janji politik BEM UI untuk merambah daerah 3T (terdepan, terpencil, terluar). Sasarannya mencakup civitas akademika UI sebagai upaya membumikan GUIM, serta daerah tujuan aksi di Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Sebagai angkatan pelopor, GUIM 1 dikenal nekat: dalam waktu singkat dan dengan panitia seadanya, berhasil membangun program berdurasi satu tahun penuh, lengkap dengan persiapan pengajar hingga pelaksanaan di lapangan.
Latar Belakang
GUIM berawal dari janji kampanye Ketua BEM UI terpilih dengan nama awal UI Mengajar, bervisi memberantas buta huruf. Setelah konsultasi dengan dosen intervensi sosial dan studi banding ke Indonesia Mengajar, Kersos FTUI, dan K2N UI, tujuan diarahkan ulang menjadi memotivasi siswa daerah untuk kembali bersemangat belajar melalui model perubahan perilaku berbasis interaksi langsung. Daerah pedesaan dipilih agar mahasiswa dapat live in dan merasakan langsung kondisi masyarakat.
Timeline
Pra Aksi
- Asesmen dan Survey Lapangan: 2011
- Seleksi Pengajar tiga tahap: Seleksi CV (26 Sep - 2 Okt 2011), Wawancara (22-23 Okt 2011), Simulasi Mengajar (12-13 Nov 2011)
- Pelatihan Pengajar lima sesi: 3, 10, 11 (dua sesi), dan 17 Desember 2011
- Seminar Akbar: 14 Januari 2012
Aksi
- 18 Januari - 23 Februari 2012
Titik Pelaksanaan
SDN 2 Bojong dan SDN 4 Bojong
SDN 1 Bojong dan SDN 3 Bojong
SDN 5 Bojong
Inovasi
- Intervensi terhadap siswa dan guru sekaligus melalui team teaching kreatif bersama guru setempat
- Survei titik aksi berbasis data sekunder Dinas Pendidikan dengan tolok ukur kondisi bangunan, presensi siswa, dan rasio guru-siswa
- Seleksi pengajar komprehensif dengan simulasi mengajar dibantu anggota teater FIB
- Intervensi sosial per titik yang dirancang bersama masyarakat setempat, termasuk iuran warga
Evaluasi & Lesson Learned
- Setiap angkatan menghadapi tantangan serupa dengan bentuk berbeda dari angkatan sebelumnya
- Latar belakang jurusan panitia maupun pengajar tidak membatasi ilmu baru yang bisa dikembangkan di GUIM
- GUIM menyediakan wadah eksplorasi diri dan jejaring yang sulit didapat setelah lulus kuliah
- Keberanian dan ketahanan diri menjadi kunci menghadapi ketidakpastian memulai sesuatu yang baru
- Tidak ada bayangan dari pengurus GUIM 1 bahwa gerakan ini akan bertahan hingga angkatan ke-10
- Laporan pertanggungjawaban tiap angkatan sebaiknya menjadi bahan evaluasi bagi angkatan berikutnya