← Semua Angkatan
GUIM 2
Kabupaten Pandeglang, Banten
September 2012 - Februari 2013
“3E: Enlighten, Empower, Educate”
Tagline: Satu Hati, Mengabdi, Memberi Arti
50
Panitia
30
Pengajar
613
Siswa
32
Guru
5
SD
2
Desa
1
Kecamatan
Gambaran Umum
GUIM Angkatan 2 awalnya direncanakan di Lebak, Banten, namun berpindah ke Pandeglang karena Lebak sudah diintervensi Indonesia Mengajar. Pandeglang dipilih berdasarkan survei ke BPS Provinsi Banten yang menunjukkan tiga kecamatan dengan tingkat pendidikan dasar rendah. GUIM 2 dikenal sebagai angkatan yang melakukan perbaikan sistemik internal organisasi, mulai dari alur kegiatan hingga standarisasi pra-kegiatan dan kegiatan, meski belum fokus pada pasca-kegiatan.
Timeline
Pra Aksi
- Grand Launching: 6 September 2012 di Aula Terapung Perpustakaan Pusat UI
- Call for Pengajar dua tahap: 5-11 Oktober dan 6-7 Oktober 2012
- Pembekalan Panitia dan Pengajar Terpilih: 5-16 November 2012
- Seminar dan Pelantikan Pengajar: 24 November 2012
Aksi
- 9 Januari - 2 Februari 2013
Titik Pelaksanaan
SDN Kertaraharja 1
SDN Kertaraharja 2
SDN Kertaraharja 3
SDN Kutamekar 1
SDN Kutamekar 3
Inovasi
- Rapat koordinasi pertama untuk membentuk strategi tim satu tahun kepengurusan dengan parameter keberhasilan yang jelas
- Hibah eksternal pertama: pendanaan Rp240 juta dari Pertamina, bantuan transportasi survei dari BlueBird, dan beasiswa dari SSC
- Perekrutan panitia terbuka pertama kali dengan proses formulir dan wawancara
- Rangkaian Call for Pengajar terstruktur: seleksi administrasi, esai substantif, dan simulasi mengajar langsung ke siswa SD
- Kontrak pengajar pertama kali diterbitkan agar pengajar lebih disiplin mengikuti kegiatan
- Pesta Rakyat pertama kali diadakan sebagai acara penutupan dan perpisahan di lokasi aksi
Pembaharuan
- Titik aksi bertambah dari 3 menjadi 5 lokasi, meski jumlah SD tetap 5
- Proses seleksi pengajar dibuat lebih sistematis, langsung memilih 30 orang tanpa pelatihan sebagai tahap seleksi
- Pembekalan pengajar dipadatkan dari dua kali seminggu menjadi penuh satu minggu
- Setiap pengajar terpilih mendapat dana Rp250.000 untuk menyiapkan media pembelajaran
Evaluasi & Lesson Learned
- Program yang berdasarkan riset sangat diperlukan, bukan menawarkan program yang sebenarnya tidak dibutuhkan masyarakat
- Fundraising sebaiknya berfokus pada donasi bertujuan jelas, bukan sekadar penjualan
- Barang berharga panitia perlu dijaga ketat selama aksi karena pernah terjadi pencurian
- Publikasi acara selama hari aksi perlu dilakukan secara masif sebagai andalan gerakan
- Setiap titik memiliki kebutuhan berbeda sehingga survei perlu mencakup kebutuhan masyarakat secara luas, bukan hanya sekolah