← Semua Angkatan
GUIM 8
Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah
November 2018 - Agustus 2019
“Bergerak Bersama Menginspirasi”
BergerakBersamaMenginspirasi
54
Panitia
36
Pengajar
631
Siswa
38
Guru
6
SD
6
Desa
5
Kecamatan
Gambaran Umum
GUIM 8 menjadi tongkat estafet dari angkatan-angkatan sebelumnya, dilaksanakan karena manfaat dan pembelajaran yang dirasakan tidak boleh terputus. Angkatan ini dikenal cukup banyak menghadapi konflik, mulai dari isu dengan alumni terkait pengelolaan cerita GUIM untuk website, birokrasi dengan pemerintah kota, hingga negosiasi dengan warga di salah satu titik aksi — namun setiap konflik turut membawa banyak pembelajaran bagi tim.
Timeline
Pra Aksi
- Pleno dan Briefing Pengajar: 10 November 2018
- Team Building Panitia dan Pengajar: 16-18 November 2018
- Pelatihan dan Pembekalan Pengajar: 24-25 November 2018
- Pelatihan Bahasa dan Budaya, Pleno II, dan Mentoring Pengajar: awal Desember 2018
- Seminar dan Pelantikan Pengajar: 8 Desember 2018
Aksi
- Aksi Mengajar 25 hari: 5-30 Januari 2019
- Penutupan Aksi: 30 Januari 2019
Pasca Aksi
- Monitoring dan Evaluasi: Juli 2019
Titik Pelaksanaan
SDN Gandikan
Tretep
SDN Sarangan
Tretep
SDN Glagahombo
Bejen
SDN 1 Ngadisepi
Gemawang
SDN 2 Ngemplak
Kandangan
SDN Kwarakan
Kaloran
Inovasi
- Meluncurkan website GUIM (uimengajar.org) yang masih digunakan hingga GUIM 10
- Kolaborasi pembukaan bersama Rumbel, FKM UI Peduli, dan Indonesia Mengajar dengan konsep berbagi cerita mengajar
- Berhasil mencetak buku GUIM 8 hingga tahap percetakan fisik
- Closing GUIM dilakukan secara online untuk pertama kali, menjangkau lebih banyak alumni
Pembaharuan
- Struktur sekretaris ditambah menjadi dua orang agar beban kerja lebih terbagi
- Lokasi simulasi mengajar pengajar dipindah ke SDN Srengseng Sawah
- Merchandise dibuat berkolaborasi dengan Alter Project, brand rintisan mahasiswa FISIP
- Grand Closing offline ditiadakan demi efisiensi waktu, dana, dan tenaga, digantikan penutupan di Dindikpora Temanggung
Evaluasi & Lesson Learned
- Komunikasi yang jelas dan konsisten dengan panitia, pengajar, orang tua, warga, dan pemerintah lokal sangat penting sejak sebelum aksi berlangsung
- Mengelola ekspektasi menjadi kunci karena banyak faktor eksternal yang tidak bisa dikendalikan sepenuhnya
- Fokus pada porsi tugas masing-masing lebih efektif daripada berusaha mengubah semua hal yang di luar kendali
- Mencari local hero di titik aksi membantu keberlanjutan program setelah GUIM selesai, meski perlu dikelola dengan ekspektasi yang realistis